Water heater adalah investasi jangka panjang di rumah. Agar tetap awet dan bekerja optimal bertahun-tahun, diperlukan perawatan rutin. Banyak pengguna mengabaikan perawatan water heater karena dianggap perangkat yang jarang rusak. Padahal, tanpa perawatan, water heater bisa mengalami kerusakan lebih cepat, konsumsi listrik meningkat, atau bahkan menimbulkan kebocoran. Berikut adalah beberapa tips efektif untuk menjaga water heater tetap awet.
Pertama, lakukan pembersihan tangki secara rutin. Pada water heater storage, tangki dapat menampung endapan mineral seperti kalsium dan magnesium. Endapan ini lama-lama mengeras menjadi kerak yang mengurangi efisiensi pemanasan. Kerak juga dapat merusak elemen pemanas dan memperpendek usia unit. Idealnya, tangki dikuras setiap 6–12 bulan sekali.
Kedua, periksa elemen pemanas secara berkala. Elemen yang kotor atau rusak membuat water heater bekerja lebih keras dan memakan energi lebih besar. Jika elemen terlihat berkerak atau pemanasan mulai lambat, segera lakukan pembersihan atau penggantian.
Selanjutnya, jangan abaikan peran anode rod. Batang anode berfungsi melindungi tangki dari korosi. Jika anode habis, tangki akan mulai berkarat dan berpotensi bocor. Pemeriksaan anode sebaiknya dilakukan setiap 1–2 tahun. Mengganti anode jauh lebih murah dibanding mengganti seluruh water heater.
Pastikan juga untuk memeriksa tekanan air di rumah. Tekanan yang terlalu tinggi dapat merusak pipa, valve, hingga tangki water heater. Gunakan pressure regulator atau minta teknisi melakukan pengecekan untuk memastikan tekanan berada di batas aman.
Untuk pengguna water heater solar, bersihkan panel kolektor secara rutin dari debu, lumut, atau kotoran burung. Panel yang kotor mengurangi kemampuan menyerap panas sehingga air tidak panas maksimal.
Selain itu, lakukan pengecekan pada thermostat. Thermostat yang error bisa membuat water heater memanaskan air terlalu panas atau tidak panas sama sekali. Pengaturan suhu ideal biasanya berada di kisaran 50–60°C agar aman dan hemat energi.
Pastikan juga semua sambungan pipa dan valve dalam kondisi baik. Jika terlihat rembesan kecil, segera lakukan perbaikan sebelum menjadi kebocoran besar. Kebocoran kecil yang dibiarkan dapat mempercepat korosi.
Terakhir, lakukan service berkala oleh teknisi profesional setidaknya setahun sekali. Teknisi akan memeriksa seluruh komponen penting, membersihkan bagian dalam, dan memastikan sistem bekerja optimal.
Dengan perawatan yang benar, water heater Anda dapat bertahan hingga 10–15 tahun atau lebih. Merawat secara rutin bukan hanya membuat alat lebih awet, tetapi juga menghemat biaya listrik, mencegah kerusakan, dan menjaga kenyamanan keluarga setiap hari.