Penyebab Water Heater Bocor

Water heater yang bocor bisa menjadi masalah serius. Selain membuat tagihan air meningkat, kebocoran dapat menyebabkan kerusakan pada dinding, plafon, hingga instalasi listrik jika dibiarkan terlalu lama. Untuk mengatasi masalah ini, penting memahami penyebab umum water heater mengalami kebocoran.

Penyebab pertama adalah korosi pada tangki. Water heater, terutama jenis storage, memiliki tangki logam yang selalu terpapar air panas. Jika lapisan anti karat (anode rod) menipis dan tidak diganti, tangki mulai berkarat hingga akhirnya retak dan bocor. Korosi adalah penyebab paling umum dan biasanya menandakan usia water heater sudah tua.

Penyebab kedua adalah tekanan air yang terlalu tinggi. Ketika tekanan air dalam tangki melebihi batas aman, air dapat merembes melalui sambungan, pipa, atau katup pengaman. Ini biasanya terjadi jika pressure relief valve bermasalah atau kualitas instalasi kurang baik.

Kebocoran juga bisa berasal dari seal atau gasket yang aus. Seiring waktu, karet gasket mengeras dan retak akibat suhu panas, sehingga air keluar sedikit demi sedikit. Masalah ini sering muncul pada sambungan elemen pemanas dan inlet/outlet pipa.

Berikutnya, kebocoran dapat disebabkan oleh kerusakan pada anode rod, yaitu batang magnesium atau aluminium yang melindungi tangki dari korosi. Ketika anode habis, tangki menjadi mudah berkarat dan bocor. Banyak pengguna tidak menyadari bahwa anode perlu diperiksa setiap 1–2 tahun.

Penyebab lain adalah pemasangan yang kurang tepat. Instalasi water heater harus dilakukan oleh teknisi berpengalaman agar tidak terjadi kebocoran pada sambungan pipa, valve, maupun dudukan tangki. Pemasangan yang salah dapat membuat tekanan air tidak stabil dan memicu rembesan.

Pada water heater solar, kebocoran bisa terjadi pada pipa tembaga atau sambungan panel kolektor akibat panas matahari yang ekstrem. Sedangkan pada water heater gas, kebocoran sering terjadi pada heat exchanger yang mengalami korosi atau tekanan panas berlebih.

Jika kebocoran hanya berupa rembesan kecil, sering kali itu berasal dari drain valve. Valve ini digunakan untuk menguras tangki saat perawatan. Jika valve tua atau longgar, air dapat keluar sedikit demi sedikit.

Mengenali titik kebocoran sangat penting sebelum melakukan perbaikan. Jika kebocoran berasal dari tangki yang berkarat, biasanya solusi terbaik adalah mengganti unit baru karena perbaikan hanya bersifat sementara. Namun, jika kebocoran berasal dari seal, gasket, atau pipa, teknisi bisa mengganti komponen tersebut dan mengembalikan fungsi seperti semula.

Facebook
X
Pinterest
WhatsApp
Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *